TIMER
Nama : Muhammad Rafi
Kelas : 2 D4 Teknik Mekatronika B
NRP : 3110131035
_________________________________________________________________________________
I. TUJUAN :
- Memahami cara kerja sebuah TDR (Time Delay Relay)
- MODUL REKAYASA KENDALI

- DC POWER SUPPLY
- KABEL PENGHUBUNG
GAMBAR RANGKAIAN
RANGKAIAN 1
RANGKAIAN 2
RANGKAIAN 3

RANGKAIAN 4

buat Flip-flop dg Ton=500ms dan Toff=1s berulang-ulang (Looping)
Analisa :
Pada praktikum
rekayasa kendali ini, saya melakukan percobaan tentang Timer dan Counter. Timer
atau TDR (Timer Delay Relay) sebenarnya merupakan relay yang memiliki jeda
waktu(delay) sebelum contact berubah posisi. Untuk mengaktifkan coil timer sama
dengan relay, yaitu selama coil diberi tagangan dengan range tertentu sesuai
spesifikasi, maka timer akan aktif, dan selama range waktu tertentu yang sudah
ditentukan, akan mengubah posisi contact. Apabila selama waktu delay kita
memutus tegangan, maka timer tidak bekerja.
Seperti pada rangkaian pertama, kita
harus menekan terus PB1 agar lampu L1 menyala dengan delay 1 detik. Begitu pula
dengan rangkaian 2, yang membedakan adalah jumlah timer yang digunakan. Rangkaian
1 menggunakan 1 timer, sedangkan rangkaian 2 menggunakan 2 timer.
Pada rangkaian 3, kita tidak perlu
menekan PB terus menerus, karena di rangkaian ini memiliki fungsi
self-conservative, yaitu pada saat menekan PB1 untuk mengaktifkan coil R1 dan
setelah PB1 dilepas, coil R1 masih menerima tegangan dari tertutupnya contact
R1-1. Hal yang sama terjadi pada coil R2 pada rangkaian yang sama. Untuk memutus
tegangan dari coil dengan cara menekan PB2 untuk coil R1 dan PB4 untuk coil R2.
Kesimpulan :
Dari Analisa diatas, dapat saya simpulkan bahwa :
-
Timer
merupakan relay yang memiliki delay yang bisa diatur
-
Apabila pada
saat waktu delay maupun waktu sudah aktif, tegangan coil diputus, maka timer akan off.
-
Agar
kita
tidak terus menerus menekan push button, maka dibutuhkan rangkaian
self-conservative dengan menggunakan relay

Tidak ada komentar:
Posting Komentar