Minggu, 02 Agustus 2015

TIMER

TIMER

PRAKTIKUM REKAYASA KENDALI 1
Nama              : Muhammad Rafi
Kelas               : 2 D4 Teknik Mekatronika B
NRP                : 3110131035
_________________________________________________________________________________

I. TUJUAN :
  1. Memahami cara kerja sebuah TDR (Time Delay Relay)
II. PERALATAN :
  1. MODUL REKAYASA KENDALI
Jpeg



  1. DC POWER SUPPLY
  2. KABEL PENGHUBUNG



GAMBAR RANGKAIAN

RANGKAIAN 1
1

RANGKAIAN 2
2

RANGKAIAN 3
3

RANGKAIAN 4
4


  buat Flip-flop dg Ton=500ms dan Toff=1s berulang-ulang (Looping)
 

Analisa :
            Pada praktikum rekayasa kendali ini, saya melakukan percobaan tentang Timer dan Counter. Timer atau TDR (Timer Delay Relay) sebenarnya merupakan relay yang memiliki jeda waktu(delay) sebelum contact berubah posisi. Untuk mengaktifkan coil timer sama dengan relay, yaitu selama coil diberi tagangan dengan range tertentu sesuai spesifikasi, maka timer akan aktif, dan selama range waktu tertentu yang sudah ditentukan, akan mengubah posisi contact. Apabila selama waktu delay kita memutus tegangan, maka timer tidak bekerja.
Seperti pada rangkaian pertama, kita harus menekan terus PB1 agar lampu L1 menyala dengan delay 1 detik. Begitu pula dengan rangkaian 2, yang membedakan adalah jumlah timer yang digunakan. Rangkaian 1 menggunakan 1 timer, sedangkan rangkaian 2 menggunakan 2 timer.
Pada rangkaian 3, kita tidak perlu menekan PB terus menerus, karena di rangkaian ini memiliki fungsi self-conservative, yaitu pada saat menekan PB1 untuk mengaktifkan coil R1 dan setelah PB1 dilepas, coil R1 masih menerima tegangan dari tertutupnya contact R1-1. Hal yang sama terjadi pada coil R2 pada rangkaian yang sama. Untuk memutus tegangan dari coil dengan cara menekan PB2 untuk coil R1 dan PB4 untuk coil R2.


Kesimpulan :
Dari Analisa diatas, dapat saya simpulkan bahwa :
-          Timer merupakan relay yang memiliki delay yang bisa diatur
-          Apabila pada saat waktu delay maupun waktu sudah aktif, tegangan coil diputus, maka timer                         akan off.
-          Agar kita tidak terus menerus menekan push button, maka dibutuhkan rangkaian                                       self-conservative dengan menggunakan relay

KONSEP RELAI, COIL dan CONTACT

PRAKTIKUM REKAYASA KENDALI 1
Nama              : Muhammad Rafi
Kelas               : 2 D4 Teknik Mekatronika B
NRP                : 3110131035
_________________________________________________________________________________

Tujuan :                 -    Memahami konsep dasar relay (contact & coil).
                                   -        Membangun konfigurasi AND, OR, NOT, Self Conservative.
         Daftar Peralatan :
                -    Modul Trainer Sekuensial Dasar
          Praktikum rekayasa kendali 1

Gambar 1.1.  Modul Trainer Sekuensial Dasar


 GAMBAR RANGKAIAN
RANGKAIAN 1
1



RANGKAIAN 2
2


RANGKAIAN 3
3 


RANGKAIAN 4
4


RANGKAIAN 5


RANGKAIAN 6
6
 PROSEDUR PERCOBAAN
  1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul sekuensial 1) yang dibutuhkan.
  2. Rangkailah seperti gambar diatas, yakni gambar 1-6.

Analisa
           Pada Percobaan kali ini, kami melakukan percobaan tentang Rangkaian Sekuensial 1. Dalam pelaksanaan percobaan ini kami menggunakan modul Trainer Sekuensial Dasar. Didalam modul ini, memiliki beberapa komponen, yaitu relay, push button, lampu indikator, timer, counter dan lain sebagainya. namun, yang kami gunakan hanya relay, push button dan lampu indikator. Relay merupakan komponen yang memiliki fungsi seperti saklar. Namun untuk mengubah kondisi saklar, coil didalam relay tersebut harus diberi tegangan sesuai dengan spesifikasinya. relay yang kami gunakan menggunakan relai 24VDC. Pada dasarnya, relay dan push button memiliki konfigurasi normally open dan normally closed. normally open merupakan konfigurasi dan pada saat sebelum ditekan/ditrigger, saklar dalam kondisi tidak tersambung (open). sedangkan normally closed merupakan konfigurasi dan pada saat sebelum ditekan/ditrigger, saklar dalam kondisi tersambung (close)

             Dalam rangkaian, dua push button yang di seri akan membentuk konfigurasi AND. seperti pada rangkaian 1. Coil dari R1 mendapatkan tegangan hanya pada saat PB1 dan PB2 ditekan. Sedangkan pada saat dua push button di paralel akan membentuk konfigurasi OR, seperti pada rangkaian 2. Coil dari R1 mendapatkan tegangan saat push button PB1 atau PB2 ditekan. Jadi saat salah satu push button ditekan, coil mendapatkan tegangan yang membuat saklar relay R1-4 berpindah dari posisi closed ke open.

  Kesimpulan
     Dari analisa diatas, dapat saya simpulkan bahwa :
      -  Relay merupakan saklar elektronik yang bisa merubah posisi saklar saat coil diberi tegangan.
      -  Relay dan push button memiliki dua konfigurasi, yaitu normally open dan normally closed.
      -  Dua push button yang disusun secara seri akan menghasilkan konfigurasi AND.
      -  Dua push button yang disusun secara paralel akan menghasilkan konfigurasi OR.